Hidup
adalah misteri!
Langkah awal
dari ribuan jejak kehidupan manusia berawal dari sebuah misteri, melebihi kemisteriusan teori relativitas Einstein
yang dapat membalik waktu. Tak ada makhluk yang mampu menjanjikan kepastian. Bahkan
seberapa lama napas kita selanjutnya akan berhembus, tak ada yang tahu. Tidak menutup
kemungkinan jika tarikan napas detik berikutnya tidak akan berhembus kembali
untuk selamanya. Definitely, life is a
mystery.
Menyikapi
ketidak pastian ini, tentu kita sadar betul bahwa hal ini terjadi di setiap lorong waktu yang kita tempuh. Ada banyak
sekali contoh yang mampu mempresentasikannya. Dari sekian banyak contoh itu , mari kita telusuri dan renungi kisah
berikut ini.
Di
Amerika Serikat, ada seorang pria yang begitu mendambakan suatu saat nanti ia dapat
terbang melintasi luar angkasa. Menjadi astronaut adalah mimpi terbesarnya. Namun
, ia tidak memiliki apapun yang tepat. Ia tidak memiliki gelar Ilmu Dirgantara,
dan ia buta soal navigasi. Oleh karena itu, nyaris mustahil mimpi itu dapat
menjadi kenyataan.
Suatu
ketika, harapan itu mencuat. Gedung putih mengumumkan mencari warga biasa untuk
ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challeger. Warga yang dicari
adalah seorang guru. Ia warga biasa dan seorang guru. Hari itu juga, ia
mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari ia berlari ke kotak pos
menanti surat balasan lemarannya. Akhinya , datanglah amplop resmi berlogo NASA
. Doanya terkabul! Ia lolos penyisihan pertama.
Tahap
selanjutnya adalah tes fisik dan mental. Beberapa waktu kemudian, ia menerima
panggilan untuk mengikuti program lathan khusus astronaut di Kennedy Space
Center. Dari 43.000 pelamar, disaring menjadi 10.000 orang , dan kini ia
menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada silmulator,
uji klaustrofobia, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara, dan beberapa tes
lainnya. Ketika itu , ia hanya berharap Tuhan berkenan memilihnya
untuk berangkat bersama peswat ulang-alik Challenger.
Namun,
kenyataan pahit terjadi, pihak NASA menunjuk Christina McAufliffe. Ia kalah, ia
bahkan membenci kenyataan itu. Mengapa Tuhan
tidak memilihnya? Apa yang dimiliki Christina McAufliffe yang melebihi
dirinya?
Selasa,
28 januari 1986, pria itu berkumpu bersama teman-temannya untuk melihat
peluncuran Challenger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, ia masih bertanya dalam hati “kenapa
bukan aku?” . tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab pertanyaan itu dan menghapus semua keraguannya.
Challenger meledak dan menewaskan semua orang yang berada di dalamnya. Ia teringat
kata-kata ayahnya, “semua terjadi karena
suatu alasan” .
Di
kemuadian hari ia berujar “aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun
aku sangat menginginkannya karena Tuhan
memiliki alasan lain untuk kehadiranku di Bumi ini. Aku memiliki misi lain
dalam hidup. Aku tidak kalah, aku seorang pemenang. Aku menang karena aku telah
kalah. Aku masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku
dikabulkan” Frank Slazak adalah nama pria itu.
Demikianlah
hidup, penuh misteri. Anda punya
contoh yang lain? Silakan renungi dan syukuri. Satu yang pasti, “tidak ada selembar daun pun jatuh tanpa
sepengetahuan dan kehendak Tuhan Yang Maha Mengetahui”
Jadi
apapun yang terjadi pada kita percayalah bahwa itu adalah kehendak Tuhan,
karena apa yang menurut kita baik belum tentu baik, dan Tuhan lah yang
mengetahui segalanya yang terbaik untuk kita.
Sumber
: Waddaturrahman. 2012. Hidup Bukan Untuk Mati. Jakarta : PT BIP

Tidak ada komentar:
Posting Komentar