Jumat, 17 April 2015

Semua Terjadi Karena Suatu Alasan



Hidup adalah misteri!



Langkah awal dari ribuan jejak kehidupan manusia berawal dari sebuah misteri, melebihi kemisteriusan teori relativitas Einstein yang dapat membalik waktu. Tak ada makhluk yang mampu menjanjikan kepastian. Bahkan seberapa lama napas kita selanjutnya akan berhembus, tak ada yang tahu. Tidak menutup kemungkinan jika tarikan napas detik berikutnya tidak akan berhembus kembali untuk selamanya. Definitely, life is a mystery.

Menyikapi ketidak pastian ini, tentu kita sadar betul bahwa hal ini terjadi di setiap lorong waktu yang kita tempuh. Ada banyak sekali contoh yang mampu mempresentasikannya. Dari sekian banyak contoh itu , mari kita telusuri dan renungi kisah berikut ini.

Di Amerika Serikat, ada seorang pria yang begitu mendambakan suatu saat nanti ia dapat terbang melintasi luar angkasa. Menjadi astronaut adalah mimpi terbesarnya. Namun , ia tidak memiliki apapun yang tepat. Ia tidak memiliki gelar Ilmu Dirgantara, dan ia buta soal navigasi. Oleh karena itu, nyaris mustahil mimpi itu dapat menjadi kenyataan. 

Suatu ketika, harapan itu mencuat. Gedung putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challeger. Warga yang dicari adalah seorang guru. Ia warga biasa dan seorang guru. Hari itu juga, ia mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari ia berlari ke kotak pos menanti surat balasan lemarannya. Akhinya , datanglah amplop resmi berlogo NASA . Doanya terkabul! Ia lolos penyisihan pertama.

Tahap selanjutnya adalah tes fisik dan mental. Beberapa waktu kemudian, ia menerima panggilan untuk mengikuti program lathan khusus astronaut di Kennedy Space Center. Dari 43.000 pelamar, disaring menjadi 10.000 orang , dan kini ia menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada silmulator, uji klaustrofobia, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara, dan beberapa tes lainnya. Ketika itu , ia hanya berharap Tuhan berkenan memilihnya untuk berangkat bersama peswat ulang-alik Challenger.

Namun, kenyataan pahit terjadi, pihak NASA menunjuk Christina McAufliffe. Ia kalah, ia bahkan membenci kenyataan itu. Mengapa Tuhan tidak memilihnya? Apa yang dimiliki Christina McAufliffe yang melebihi dirinya? 

Selasa, 28 januari 1986, pria itu berkumpu bersama teman-temannya untuk melihat peluncuran Challenger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, ia masih bertanya dalam hati “kenapa bukan aku?” . tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab pertanyaan itu dan menghapus semua keraguannya. Challenger meledak dan menewaskan semua orang yang berada di dalamnya. Ia teringat kata-kata ayahnya, “semua terjadi karena suatu alasan” .

Di kemuadian hari ia berujar “aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di Bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah, aku seorang pemenang. Aku menang karena aku telah kalah. Aku masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan” Frank Slazak adalah nama pria itu.

Demikianlah hidup, penuh misteri. Anda punya contoh yang lain? Silakan renungi dan syukuri. Satu yang pasti, “tidak ada selembar daun pun jatuh tanpa sepengetahuan dan kehendak Tuhan Yang Maha Mengetahui”

Jadi apapun yang terjadi pada kita percayalah bahwa itu adalah kehendak Tuhan, karena apa yang menurut kita baik belum tentu baik, dan Tuhan lah yang mengetahui segalanya yang terbaik untuk kita. 

Sumber : Waddaturrahman. 2012. Hidup Bukan Untuk Mati. Jakarta : PT BIP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar